INSTALASI JARINGAN HOTSPOT
Adapun peralatan dan syarat yang harus kita penuhi antara lain:
- Router/AP Wi-Fi (Referensi hardware bisa dilihat di
- Koneksi internet (Bisa dari beragam ISP yang tersedia di daerah masing-masing, bisa juga menggunakan provider GSM/CDMA)
- Sebuah PC sebagai server (Optional, khusus untuk Wi-Fi yang berbasis komersial/berbayar)
- Sedikit pengetahuan tentang jaringan.
Dalam artikel ini saya akan
memberikan penjelasan secukupnya tentang membangun jaringan wi-fi di
jaringan warnet yang sudah tersedia sebelumnya. Topologi ini bisa di
adopsi untuk semua jenis topologi jaringan tergantung kebutuhan dan
kegunaannya. Jadi kalau ada yang bilang dengan mengikuti artikel ini
akan menyulitkan dalam aplikasi orang tersebut adalah orang GOBLOG.
Kebetulan
di warnet saya sudah tersedia jaringan LAN NETWORK yang melayani
kebutuhan akses internet dengan media berbasis kabel. Karena
perkembangan jaman sekarang jaringan model FIX ini sangat kurang
kompeten sehingga mau tidak mau saya harus membangun jaringan hotspot
TANPA merusak/mengganggu jaringan warnet yang sudah ada. Adapun topologi
jaringannya adalah sebagai berikut:
Semoga
paham tentang topologi di atas, sekarang akan kita mulai untuk
membangun jaringan sebenarnya. Saya akan menjelaskan dengan sample IP
sehingga kalau mau mengikuti harap mengikuti jaringan kalian sendiri.
Langkah
pertama belilah salah satu peralatan untuk Router/AP wi-fi ini (kalau
bisa di tempat referensi karena bagus pelayanannya). Langkah kedua
asumsikan bahwa kalian telah mempunyai akses internet (dalam sample ini
saya menggunakan telkomspeedy). Langkah ketiga aturlah jaringan kalian
menurut topologi yang sesuai dengan jaringan masing-masing.
SAMPLE:
- Router/Modem saya menggunakan IP 192.168.1.1
- Router/AP Wi-fi Saya menggunakan IP 192.168.1.3 dengan gateway 192.168.2
- Server/Billing saya menggunakan 2 NIC yang pertama IP 192.168.1.2 dengan gateway 192.168.1.1, yang kedua IP 192.168.1.254 dengan gateway 192.168.1.1 (Asumsikan kedua NIC mempunyai akses internet karena untuk HotSpot berbasis komersial/berbayar membutuhkan sebuah gateway komputer sebagai pencatat billing, begitu juga untuk jaringan lan membutuhkan billing untuk warnet)
- Client 1 sampai dengan 10 menggunakan IP Static mulai dari 192.168.1.4 – 192.168.14 dengan gateway 192.168.1.1 (IP billing 192.168.1.254)
- Client A, PSP, dan Handphone menggunakan DHCP server dari IP 192.168.1.99 dengan range IP mulai dari 192.168.1.15 – 192.168.1.253 (IP billing 192.168.1.2)
Langkah keempat, setelah jaringan
kalian asumsikan benar dan berfungsi dengan benar sebenarnya jaringan
HotSpot dan warnet sudah siap. Tinggal kalian melakukan setting DHCP
server di router/AP Wi-Fi contohnya seperti ini:
Gambar
di atas di asumsikan DHCP server akan memberikan IP secara otomatis
jika ada client yang terhubung dari range 192.168.1.100 – 192.168.1.199
Setingan gateway dan DNS sebenarnya bisa saja di kosongkan tapi kalau
ada yang terkendala dengan koneksi internet setelah terhubung coba di
sesuaikan dengan setting jaringan masing-masing.
Langkah kelima hotspot kalian sudah siap untuk digunakan oleh orang umum.
Untuk
yang menginginkan keamanan lebih bisa mencoba menerapkan teknik
firewall yang ada, defaultnya router/AP wi-fi yang saya beli kemarin
sudah menyediakan fasilitas keamanan yang baik seperti contohnya
proteksi IP, proteksi MAC, dan manajemen block domain. Meskipun tidak
100% aman dengan menggunakan fasilitas ini keamanan hotspot akan lebih
satu tingkat di atas hotspot yang terbuka untuk umum.
Untuk
yang ingin lebih aman lagi di atas satu tingkat bisa menerapkan
wireless security menggunakan WPA-PSK atau WPA2-PSK, setting ini akan
menyebabkan client yang ingin terhubung ke hotspot harus memasukkan
password. bisa juga menggunakan MAC filter, atau fasilitas binding
IP/MAC.
Khusus
untuk hotspot komersial/berbayar ada baiknya kita membuka sampai lebih
dalam lagi tentang billing. Untuk billing warnet mungkin tidak akan
menemui kendala karena saya yakin sudah paham rata-rata. Khusus untuk
billing HotSpot ini karena program-nya masih terbatas akan saya coba
jelaskan dengan billing Antamedia HotSpot.
Topologi jaringan yang di anjurkan Antamedia HotSpot ada 3 yaitu bisa kalian lihat sendiri di Topologi 1, Topologi 2, dan Topologi 3.
Semua topologi memiliki kelebihan dan kekurangan serta banyaknya jumlah
client yang bisa di layani jadi sebaiknya kalian baca dan pahami dengan
benar sebelum membangun toplogi.
Dalam SAMPLE
nyata penggunaan topologi saya di atas jaringan saya mampu melayani
kurang lebih 150 client. Seting billing Antamedia terbilang cukup mudah
saya menggunakan NIC 192.168.1.2 sebagai gateway HotSpot. Dalam
percobaan dalam realita nyata saya tidak menemui kendala berarti, kedua
jaringan saling berhubungan dan berfungsi dengan baik.
Dalam
percobaan biling ternyata saya menemukan ada sedikit bug/error dari
billing antamedia ini sebenarnya tidak terlalu mengganggu, tapi rasanya
tidak etis kalau saya bocorkan ke orang umum karena bisa merugikan
banyak pihak terutama pihak penjual akses. Billing antamedia akan
langsung melakukan redirection apabila user yang terhubung ke dalam jaringan mencoba mengakses internet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar